Senin, 26 Mei 2014

Cara Siasati Hobi Mengonsumsi Makanan Manis

Pola makan sehat tidak berarti kita harus berpantang semua makanan manis. Anda hanya perlu lebih pintar menyiasati sumber-sumber rasa manis dari makanan.

Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis memiliki efek yang panjang bagi kesehatan. Bukan hanya menambah berat badan, tapi juga bisa membuat kita kurang gizi. Bagaimana tidak, demi memuaskan lidah dengan makanan manis, kita malah jadi melewatkan makanan yang kaya vitamin.

Makanan manis memang bisa membuat kita merasa kenyang, tapi sebenarnya yang kita masukkan adalah kalori, bukan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Berikut adalah beberapa makanan manis yang bisa jadi pengganti hobi Anda mengonsumsi makanan sarat gula.

Cokelat hitam
Jika Anda penggemar cokelat, ubah pilihan Anda menjadi cokelat hitam yang mengandung 70 persen cocoa. Lebih banyak cokelatnya berarti kadar gulanya lebih sedikit. Cokelat atau cocoa sangat kaya antioksidan. Sementara itu cokelat susu sebagian besar terdiri dari gula dan lemak susu. Oleh karena itu, sebelum memilih produk cokelat bacalah daftar kandungannya. Cokelat yang sehat seharusnya terdiri dari cokelat sebagai kandungan utamanya.

Kurma
Buah ini memiliki rasa manis seperti karamel, namun tentunya lebih sehat dibanding mengonsumsi permen karamel.

Es krim pisang
Es krim memang lezat dan menggoda, tapi kandungan gula dan kalorinya sangat tinggi. Karena itu mengapa kita tak membuat sendiri es krim yang lebih sehat. Misalnya membuat es krim pisang. Caranya, bekukan buah pisang yang matang lalu hancurkan dalam alat food processor dengan tambahan susu tanpa lemak.

Gula stevia dalam teh atau kopi
Jika Anda punya kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi namun tak ingin menambahkan gula pasir atau pemanis buatan, cobalah stevia. Dibuat dari tanaman, stevia memberikan rasa manis tanpa tambahan kalori.

Gula biasa akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Kurangi secara bertahap jumlah gula yang Anda konsumsi.

Buah segar
Kiwi, apel, jeruk, nanas, stroberi, dan masih banyak lagi. Meski buah tersebut memiliki rasa manis, tetapi itu adalah gula alami yang seharusnya kita konsumsi. Buah secara alami memang manis dan juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan fitokemikal yang dibutuhkan tubuh.

Rossa Sempat Susah Tertawa Karena Botox

Seperti perempuan kebanyakan, penyanyi Rossa juga sempat melakukan banyak upaya untuk terus terlihat cantik. Demi menunjang penampilannya, ia pun pernah melakukan beberapa perawatan antara lain melakukan suntik botox.

Namun Rossa mengaku hasilnya tak sesuai seperti yang ia harapkan. Penyanyi asal Sumedang ini malah susah tersenyum setelahnya. Duh!

"Enam bulan lho aku nggak bisa ketawa, senyum aja susah," ujarnya saat berbincang dengan detikHOT belum lama ini.

Gara-gara hal itu, Rossa mengaku kapok coba-coba melakukan berbagai perawatan kecantikan lain untuk wajahnya. Perawatan mahal dinilainya tak selalu cocok.

Rossa pun hanya tertarik melakukan perawatan secara natural.

"Sekarang nggak ribet-ribet. Aku perawatan biasa aja kok, luluran paling sebulan beberapa kali," paparnya.

Ini 4 Karakteristik Pegawai Paling Dicari Perusahaan

Mencari pekerjaan di zaman sekarang ini penuh tantangan ketimbang masa dulu. Pintar atau lulusan dari universitas ternama saja ternyata tak cukup untuk jadi modal memiliki karier yang sukses, atau mendapat pekerjaan yang diimpikan. Ada beberapa karakteristik penunjang dari diri pelamar kerja yang dilihat pihak perusahaan. Meskipun Anda sudah mendapat pekerjaan, sikap-sikap di bawah ini juga perlu dimiliki untuk perkembangan karir. Inilah lima karakteristiknya seperti dikutip dari BBC.

1. Penuh Rasa Ingin Tahu
Orang yang memiliki rasa penasaran yang tinggi (bukan terhadap gosip atau konflik kantor) ternyata disukai para pencari karyawan. Pelamar dengan karakteristik seperti ini dianggap akan lebih bisa mengeksplor pekerjaannya setelah nanti ia diterima di perusahaan. Inovasi-inovasi baru yang selalu dibutuhkan agar perusahaan berkembang tidak akan tercipta jika tidak dimulai dengan rasa penasaran. Bagi Anda yang sudah bekerja, usahakan untuk selalu menggali terus bidang yang akan digeluti agar karir meningkat juga tak cepat bosan.

2. Kecerdasan Emosional
Selain kecerdasan intelektual, bijaksana dalam mengatur emosi juga dibutuhkan. Tak heran, jika hampir semua perusahaan besar menguji pula kondisi emosi seseorang melalui tes tertentu. Jika seseorang hanya pintar namun kurang bisa mengendalikan emosi diri atau mengenali emosi orang lain, orang tersebut dianggap akan sulit diajak bekerjasama.

3. Mudah Beradaptasi
Adaptasi di sini bukan hanya terhadap lingkungan kantor namun juga pekerjaan. Tak jarang seseorang harus bekerja di bidang yang baru dan tidak ia kenali sebelumnya sehingga harus belajar dari awal. Dalam hal ini, dibutuhkan seseorang yang mudah menangkap informasi dengan cepat. Karyawan dengan sikap seperti ini juga biasanya juga lebih disukai oleh para seniornya.

4. Dapat Bekerja di Bawah Tekanan
Meski banyak orang yang terkadang jadi lebih kreatif ketika merasa tertakan, tak semua pegawai bisa melakukannya. Pada bidang-bidang tertentu, dibutuhkan seseorang yang performa kerjanya tak akan terpengaruh oleh stres karena deadline atau masalah lainnya. JIka Anda merasa tak cocok di bidang seperti ini, sebaiknya hindari atau bilang terus terang sejak awal.

Rabu, 07 Mei 2014

Donor Darah Dapat Menjauhkan Seseorang dari Resiko Penyakit

Palang Merah Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup karena satu kantong darah hanya mencukupi untuk kebutuhan tiga orang yang memerlukannya.

"Kami ingin donor darah dijadikan sebagai kebiasaan dan sebuah lifestyle yang melekat, agar stok darah mencukupi," kata Pengurus Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial Rumah Sakit PMI dan Unit Donor Darah Dokter Linda Lukitari Waseso pada acara 'Blood4Nation" di pusat budaya @america, di Jakarta, Rabu (7/5).

Linda mengatakan donor darah menjauhkan orang dari risiko penyakit. Pendonor yang rutin mendonorkan darahnya setiap 3-4 kali setahun, kata Linda, dapat bebas dari penyakit HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis. "Kalau jadi pendonor rutin 3 sampai 4 kali setahun hampir dipastikan bebas penyakit tersebut," jelas Linda.

Untuk meningkatkan kebiasaan donor darah, PMI pun berupaya menyediakan fasilitias untuk donor darah di sejumlah tempat umum seperti di mall, kampus, serta mobil unit donor darah yang keliling ke sejumlah lokasi. "Kami juga menjemput bola karena kita harapkan masyarakat melakukan donor darah bukan hanya saat acara tertentu saja. Semoga tidak berhenti sampai hari ini tapi konsisten sampai waktu yang akan datang," ujar Linda.

Ia menegaskan bahwa donor darah merupakan kegiatan sukarela sehingga PMI tidak pernah menjual kantong darah. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kantong darah merupakan biaya servis untuk investasi dan operasional sebagai biaya pengelola sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang saat ini mencapai Rp360 ribu.

Sesuai standar WHO, PMI mempunyai target 4,5 juta kantong darah dari para pendonor setiap tahunnya. Indonesia saat ini telah mengumpulkan sekitar 3,5 juta kantong darah, jadi masih kekurangan sekitar 1 juta kantong darah dari target.
 
Berdasarkan angka statistik, tahun 2014 PMI menerima sumbangan darah dari 2.500.883 pendonor dan 41 persen dari angka tersebut adalah orang-orang yang mendonasikan darahnya untuk pertama kali.

"Indonesia biasanya mengalami kekurangan kantong darah saat masa bulan puasa atau masuk lebaran. Maka kita sekarang menjemput bola ke Mesjid sehingga masyarakat bisa donor setelah buka puasa," jelas Linda.

Berawal dari Kerap Mendebat Islam, Siswi di Jakarta Ini Jadi Mualaf

Meski terlahir dari orangtua Muslim, Aisyah Kamiliya (31 tahun), dibesarkan dalam lingkungan Katolik. Ia tak pernah mempertanyakan agamanya sampai saat ia duduk di bangku SMA.

Liya, begitu ia kerap disapa, memilih untuk tetap berada dalam kelas saat pelajaran agama Islam berlangsung. Meski sebagai non Muslim kala itu, ia diperbolehkan meninggalkan kelas dan pergi ke perpustakaan sekolah.

Ia melakukan itu selama tiga tahun selama bersekolah di sebuah SMA negeri di Jakarta. Tiga tahun pula, ia bertanya dan berdiskusi dengan sang guru agama Islam. Banyak hal-hal yang dianggapnya ‘perlu diluruskan’ dari penjelasan materi pelajaran agama Islam yang ia perhatikan dalam kelas.

Kesabaran guru-guru agama Islam mendengarkan debatnya terhadap Islam membuat Liya tersentuh. ‘’Makin dalam ilmu Islam seseorang, mereka makin sabar mendengarkan. Saya tidak dibantah saat mendebat, guru agama saya malah merasa juga belajar dari saya,’’ tutur ibu tiga anak itu.

Kelas III SMA, Liya menjalani Ramadhan 2000 di kampung halaman orangtuanya di Pulau Sikep, Kepulaun Riau. Liya juga mencoba ikut berpuasa. Merasakan ketenangan, Liya akhirnya bersyahadat. Berislam di kampung halaman orangtua tak serta merta membuat keislaman Liya diterima.

Saham Twitter Merosot

Saham Twitter merosot ke angka terendah setelah periode lock-up pasca IPO yang melarang pegawai dan investor menjual sahamnya berakhir hari Selasa (6/5).

Periode lock-up melarang orang dalam perusahaan menjual sahamnya setelah IPO atau penawaran publik perdana. CEO Dick Costolo dan rekan pendirinya Jack Dorsey dan Evan Williams mengatakan mereka tidak berencana menjual saham mereka setelah periode lock-up berakhir, 180 hari setelah penawaran saham perdana Twitter pada publik.

Tapi nilai saham Twitter anjlok hampir 18 persen dan ditutup pada $31.85 pada hari Selasa. Sebelumnya, saham Twitter mencapai nilai terendah pada angka 31.72 dolar AS. Volume perdagangan luar biasa besar.

Twitter Inc. yang berkantor pusat di San Francisco masuk bursa pada 7 November. Nilai saham tertinggi mencapai $74.73 pada bulan Desember tapi sejak itu turun drastis. Laporan keuangan perusahaan tersebut pada 29 April melampaui yang diharapkan, tapi kekhawatiran tentang pertumbuhan dan interaksi pengguna membayangi nilai saham Twitter.

Virus Korona MERS

Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Sabtu, mengonfirmasi jumlah kasus infeksi MERS sebanyak 411 dan 112 kematian. Sejauh ini belum ditemukan vaksin antiMERS.

Virus yang mirip dengan SARS ini bahkan menyebar hingga ke Amerika Serikat. Seorang warganya dilaporkan sakit setelah mengunjungi pamannya di Riyadh, Arab Saudi.

Sebenarnya apa itu MERS? Dikutip dari Chicago Tribune, Selasa (6/5), MERS alias Sindrom Pernapasan Timur Tengah merupakan penyakit pernapasan akut.

MERS disebabkan virus korona yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Penamaan MERS-CoV diputuskan oleh Kelompok Studi Virus Korona (CSG) dari Komite Internasional Taksonomi Virus (ICTV) pada Mei 2013.

MERS-CoV adalah virus korona beta. Kasus pertama dilaporkan terjadi di Arab Saudi pada 2012. MERS-CoV biasa disebut novel coronavirus atau nCoV. Virus ini berbeda dengan virus korona lain yang ditemukan pada manusia.

Seperti virus SARS, MERS-CoV paling mirip dengan virus korona yang ditemukan pada kelelawar. Namun, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat masih mempelajarinya.

Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS menderita penyakit pernapasan akut dengan gejala demam, batuk dan sulit bernapas. Setengah dari mereka yang terinfeksi meninggal dunia. Sebagian lainnya dilaporkan memiliki gangguan pernapasan ringan.

MERS menyebar antarmanusia yang melakukan kontak langsung. Transmisi virus dari pasien ke perawat tengah dipelajari.

Hingga saat ini belum diketahui dari mana virus korona berasal. Diduga virus ini berasal dari hewan.

Selain pada manusia, MERS-CoV juga ditemukan pada unta di Qatar, Mesir dan Arab Saudi dan kelelawar di Saudi. Unta di beberapa negara lain hasil tesnya positif mempunyai antibodi MERS.

Hal ini menunjukkan mereka sebelumnya pernah terinfeksi MERS atau virus yang memiliki hubungan dekat dengan MERS. Namun, belum dikonfirmasi apakah virus ini benar datang dari unta.