Senin, 26 Mei 2014

Menurut Peneliti, Unta Bukanlah Satu-satunya Penyebar MERS

Virus Middle East respiratory syndrome (MERS) telah merenggut nyawa  sekitar 200 jiwa di seluruh dunia sejak ditemukan pertama kali pada 2012. Para ilmuwan memprediksi bahwa unta adalah salah satu penyebab tersebarnya penyakit yang banyak berjangkit di Arab Saudi ini. 

Namun Dr Thomas Briese dari Colombia University, New York, Amerika Serikat, memperkirakan bahwa hewan lain juga bisa menjadi penyebar virus MERS. Briese melakukan sebuah studi pada virus MERS yang menginfeksi manusia.

Berdasarkan data, pasien MERS yang meninggal tidak pernah memiliki kontak dengan unta. Dari temuan itu, Briese kemudian menduga bahwa hewan lain, yang dekat dengan manusia seperi kucing atau anjing, mungkin juga bisa menyebabkan tersebarnya penyakit ini dengan mudah.

Briese melakukan uji coba pada kambing dan domba, tapi ia tidak menemukan antibodi yang terkena virus MERS pada hewan tersebut.

"Hewan lain yang akan dicoba selanjutnya adalah kucing dan anjing karena kontaknya dengan manusia lebih intim," kata Briese, seperti dilaporkan TIMES, Senin, 26 Mei 2014.

Briese dan tim peneliti lainnya akan mulai mencoba menelaah MERS pada anjing domestik, kucing, dan tikus di wilayah Arab Saudi untuk menemukan kemungkinan tersebut. Temuan ini diharapkan bisa menghentikan penyebaran dan pengembangan vaksin untuk hewan yang diduga bisa menyebarkan virus MERS

Apakah Es Krim Bisa Perbaiki Mood?

Anggapan bahwa jenis makanan tertentu bisa mengubah suasana hati atau mood seseorang rupanya hanya mitos. Demikian yang dipaparkan psikolog dari Universitas Minnesota, Amerika Serikat.

Dikutip dari Live Science, Ahad, 25 Mei 2014, dalam studinya, peneliti Heather Scherschel Wagner meminta partisipan untuk memilih makanan yang mereka pikir akan membuat mood mereka merasa lebih baik, seperti cokelat dan es krim.  Selain itu, mereka juga diminta untuk memilih makanan yang mereka sukai, meski mereka berpikir bahwa makanan itu tidak akan memperbaiki suasana hati mereka.

Setelah itu, partisipan diminta menonton video berdurasi 20 menit yang memicu perasaan sedih, marah, dan takut. Lalu, partisipan dibagi tiga. Kelompok pertama diminta makan makanan yang dianggap penyelamat mood, kelompok kedua diminta makan makanan yang mereka sukai, dan kelompok ketiga diminta tidak makan apapun. Percobaan pun diulang. Kali ini, para partisipan menerima makanan yang berbeda dari percobaan pertama.

Hasilnya, tiga menit kemudian, terlepas dari makanan apa yang mereka makan atau bahkan tanpa makanan sama sekali, mood mereka akan kembali membaik. Jadi, baik makan es krim, cokelat, makanan favorit, maupun tak ada makanan sama sekali, tak akan memengaruhi perbaikan mood seseorang.

“Kami sangat terkejut dengan hasil ini,” kata Wagner. Sebelum penelitian ini, para peneliti percaya bahwa ada sesuatu dalam makanan yang akan mengubah mood seseorang.

Namun demikian, studi ini baru diujikan di dalam laboratorium. Wagner tidak bisa menjamin bahwa temuan ini akan berlaku pada seseorang yang mengalami berbagai stres, terutama stres berat, di dunia nyata.

Yang jelas, temuan yang dipresentasikan dalam jurnal Association for Psychological Science ini mengimbau agar seseorang tidak cepat-cepat beralih ke makanan tidak sehat dan tinggi kalori ketika berada dalam suasana hati yang buruk.

Banyak Makan Manis Membuat Mudah Lupa

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis ternyata tak hanya berbahaya bagi kesehatan gigi. Riset terbaru menyatakan, konsumsi manis berlebihan membuat seseorang mudah lupa.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology ini menunjukkan, mereka yang terlalu banyak gula dalam darahnya cenderung memiliki masalah ingatan. Dalam riset ini, peneliti melibatkan 141 responden dengan usia rata-rata 63 tahun.

Para responden ini diketahui tidak menderita diabetes atau pra-diabetes. Mereka yang mengalami overweight, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta memiliki masalah memori dan berpikir tidak diikutsertakan dalam riset.

Dalam tes ini responden diminta mengingat daftar 15 kata setelah 30 menit mendengarnya. Kemampuan memori responden diuji bersamaan dengan pemeriksaan kadar gula darah. Responden juga menjalani scan otak untuk melihat seberapa besar jaringan hippocampus yang dimiliki.

Hasilnya, responden yang sedikit gula dalam darahnya cenderung memiliki nilai lebih baik dalam tes ingatan. Sedangkan responden yang memiliki level gula darah lebih tinggi menghasilkan nilai yang lebih buruk. Dalam riset juga diketahui adanya peningkatan sekitar 7 mmol/mol penanda kontrol glukosa jangka panjang yang disebut HbA1c, bersama dengan proses mengingat lebih dari dua kata.

“Hasil penelitian menyarankan untuk menurunkan kadar gula dalam darah, termasuk pada mereka yang gula darahnya normal. Hal ini baik untuk mencegah masalah penurunan ingatan dan kemampuan kognitif saat mereka menjadi tua,” kata peneliti, Dr Agnes Floel dari Charite University Hospital, Berlin.

Strategi selanjutnya, kata Floel, adalah meningkatkan aktivitas fisik. Namun, strategi penurunan gula darah dan peningkatan aktivitas fisik masih memerlukan uji lanjutan.

Menurut manajer komunikasi dari Alzheimer’s Society, Dr Clare Walton, saat ini telah diketahui bahwa diabetes tipe 2 merupakan faktor risiko terjadinya penyakit alzheimer. Namun, buruknya kemampuan mengingat ternyata tidak hanya dimiliki orang dengan diabetes tipe 2.

“Tingginya kadar gula darah juga berhubungan dengan buruknya kemampuan mengingat pada orang yang tidak menderita diabetes. Riset ini tentunya masih memerlukan bukti lanjutan. Apalagi satu dari tiga orang berusia lebih dari 65 tahun akan mengalami demensia,” kata Walton.

Cara Siasati Hobi Mengonsumsi Makanan Manis

Pola makan sehat tidak berarti kita harus berpantang semua makanan manis. Anda hanya perlu lebih pintar menyiasati sumber-sumber rasa manis dari makanan.

Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis memiliki efek yang panjang bagi kesehatan. Bukan hanya menambah berat badan, tapi juga bisa membuat kita kurang gizi. Bagaimana tidak, demi memuaskan lidah dengan makanan manis, kita malah jadi melewatkan makanan yang kaya vitamin.

Makanan manis memang bisa membuat kita merasa kenyang, tapi sebenarnya yang kita masukkan adalah kalori, bukan zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Berikut adalah beberapa makanan manis yang bisa jadi pengganti hobi Anda mengonsumsi makanan sarat gula.

Cokelat hitam
Jika Anda penggemar cokelat, ubah pilihan Anda menjadi cokelat hitam yang mengandung 70 persen cocoa. Lebih banyak cokelatnya berarti kadar gulanya lebih sedikit. Cokelat atau cocoa sangat kaya antioksidan. Sementara itu cokelat susu sebagian besar terdiri dari gula dan lemak susu. Oleh karena itu, sebelum memilih produk cokelat bacalah daftar kandungannya. Cokelat yang sehat seharusnya terdiri dari cokelat sebagai kandungan utamanya.

Kurma
Buah ini memiliki rasa manis seperti karamel, namun tentunya lebih sehat dibanding mengonsumsi permen karamel.

Es krim pisang
Es krim memang lezat dan menggoda, tapi kandungan gula dan kalorinya sangat tinggi. Karena itu mengapa kita tak membuat sendiri es krim yang lebih sehat. Misalnya membuat es krim pisang. Caranya, bekukan buah pisang yang matang lalu hancurkan dalam alat food processor dengan tambahan susu tanpa lemak.

Gula stevia dalam teh atau kopi
Jika Anda punya kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi namun tak ingin menambahkan gula pasir atau pemanis buatan, cobalah stevia. Dibuat dari tanaman, stevia memberikan rasa manis tanpa tambahan kalori.

Gula biasa akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Kurangi secara bertahap jumlah gula yang Anda konsumsi.

Buah segar
Kiwi, apel, jeruk, nanas, stroberi, dan masih banyak lagi. Meski buah tersebut memiliki rasa manis, tetapi itu adalah gula alami yang seharusnya kita konsumsi. Buah secara alami memang manis dan juga mengandung serat, vitamin, mineral, dan fitokemikal yang dibutuhkan tubuh.

Rossa Sempat Susah Tertawa Karena Botox

Seperti perempuan kebanyakan, penyanyi Rossa juga sempat melakukan banyak upaya untuk terus terlihat cantik. Demi menunjang penampilannya, ia pun pernah melakukan beberapa perawatan antara lain melakukan suntik botox.

Namun Rossa mengaku hasilnya tak sesuai seperti yang ia harapkan. Penyanyi asal Sumedang ini malah susah tersenyum setelahnya. Duh!

"Enam bulan lho aku nggak bisa ketawa, senyum aja susah," ujarnya saat berbincang dengan detikHOT belum lama ini.

Gara-gara hal itu, Rossa mengaku kapok coba-coba melakukan berbagai perawatan kecantikan lain untuk wajahnya. Perawatan mahal dinilainya tak selalu cocok.

Rossa pun hanya tertarik melakukan perawatan secara natural.

"Sekarang nggak ribet-ribet. Aku perawatan biasa aja kok, luluran paling sebulan beberapa kali," paparnya.

Ini 4 Karakteristik Pegawai Paling Dicari Perusahaan

Mencari pekerjaan di zaman sekarang ini penuh tantangan ketimbang masa dulu. Pintar atau lulusan dari universitas ternama saja ternyata tak cukup untuk jadi modal memiliki karier yang sukses, atau mendapat pekerjaan yang diimpikan. Ada beberapa karakteristik penunjang dari diri pelamar kerja yang dilihat pihak perusahaan. Meskipun Anda sudah mendapat pekerjaan, sikap-sikap di bawah ini juga perlu dimiliki untuk perkembangan karir. Inilah lima karakteristiknya seperti dikutip dari BBC.

1. Penuh Rasa Ingin Tahu
Orang yang memiliki rasa penasaran yang tinggi (bukan terhadap gosip atau konflik kantor) ternyata disukai para pencari karyawan. Pelamar dengan karakteristik seperti ini dianggap akan lebih bisa mengeksplor pekerjaannya setelah nanti ia diterima di perusahaan. Inovasi-inovasi baru yang selalu dibutuhkan agar perusahaan berkembang tidak akan tercipta jika tidak dimulai dengan rasa penasaran. Bagi Anda yang sudah bekerja, usahakan untuk selalu menggali terus bidang yang akan digeluti agar karir meningkat juga tak cepat bosan.

2. Kecerdasan Emosional
Selain kecerdasan intelektual, bijaksana dalam mengatur emosi juga dibutuhkan. Tak heran, jika hampir semua perusahaan besar menguji pula kondisi emosi seseorang melalui tes tertentu. Jika seseorang hanya pintar namun kurang bisa mengendalikan emosi diri atau mengenali emosi orang lain, orang tersebut dianggap akan sulit diajak bekerjasama.

3. Mudah Beradaptasi
Adaptasi di sini bukan hanya terhadap lingkungan kantor namun juga pekerjaan. Tak jarang seseorang harus bekerja di bidang yang baru dan tidak ia kenali sebelumnya sehingga harus belajar dari awal. Dalam hal ini, dibutuhkan seseorang yang mudah menangkap informasi dengan cepat. Karyawan dengan sikap seperti ini juga biasanya juga lebih disukai oleh para seniornya.

4. Dapat Bekerja di Bawah Tekanan
Meski banyak orang yang terkadang jadi lebih kreatif ketika merasa tertakan, tak semua pegawai bisa melakukannya. Pada bidang-bidang tertentu, dibutuhkan seseorang yang performa kerjanya tak akan terpengaruh oleh stres karena deadline atau masalah lainnya. JIka Anda merasa tak cocok di bidang seperti ini, sebaiknya hindari atau bilang terus terang sejak awal.

Rabu, 07 Mei 2014

Donor Darah Dapat Menjauhkan Seseorang dari Resiko Penyakit

Palang Merah Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup karena satu kantong darah hanya mencukupi untuk kebutuhan tiga orang yang memerlukannya.

"Kami ingin donor darah dijadikan sebagai kebiasaan dan sebuah lifestyle yang melekat, agar stok darah mencukupi," kata Pengurus Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial Rumah Sakit PMI dan Unit Donor Darah Dokter Linda Lukitari Waseso pada acara 'Blood4Nation" di pusat budaya @america, di Jakarta, Rabu (7/5).

Linda mengatakan donor darah menjauhkan orang dari risiko penyakit. Pendonor yang rutin mendonorkan darahnya setiap 3-4 kali setahun, kata Linda, dapat bebas dari penyakit HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan Sifilis. "Kalau jadi pendonor rutin 3 sampai 4 kali setahun hampir dipastikan bebas penyakit tersebut," jelas Linda.

Untuk meningkatkan kebiasaan donor darah, PMI pun berupaya menyediakan fasilitias untuk donor darah di sejumlah tempat umum seperti di mall, kampus, serta mobil unit donor darah yang keliling ke sejumlah lokasi. "Kami juga menjemput bola karena kita harapkan masyarakat melakukan donor darah bukan hanya saat acara tertentu saja. Semoga tidak berhenti sampai hari ini tapi konsisten sampai waktu yang akan datang," ujar Linda.

Ia menegaskan bahwa donor darah merupakan kegiatan sukarela sehingga PMI tidak pernah menjual kantong darah. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kantong darah merupakan biaya servis untuk investasi dan operasional sebagai biaya pengelola sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang saat ini mencapai Rp360 ribu.

Sesuai standar WHO, PMI mempunyai target 4,5 juta kantong darah dari para pendonor setiap tahunnya. Indonesia saat ini telah mengumpulkan sekitar 3,5 juta kantong darah, jadi masih kekurangan sekitar 1 juta kantong darah dari target.
 
Berdasarkan angka statistik, tahun 2014 PMI menerima sumbangan darah dari 2.500.883 pendonor dan 41 persen dari angka tersebut adalah orang-orang yang mendonasikan darahnya untuk pertama kali.

"Indonesia biasanya mengalami kekurangan kantong darah saat masa bulan puasa atau masuk lebaran. Maka kita sekarang menjemput bola ke Mesjid sehingga masyarakat bisa donor setelah buka puasa," jelas Linda.