Kamis, 24 April 2014

Manfaat Berhenti Merokok Pada Tubuh

Berhenti merokok memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan mengetahui dampak yang terjadi pada tubuh perokok setelah berhenti merokok mungkin akan membantu menguatkan niat tersebut.

Begitu berhenti merokok, tubuh akan segera mendapat perubahan positif. Setelah 20 menit berhenti merokok, denyut jantung akan kembali normal. Setelah dua jam, baik denyut jantung dan tekanan darah akan kembali normal. Ini karena kadar nikotin dalam sistem tubuh perlahan-lahan akan berkurang.

Antara dua hingga 12 jam setelah rokok terakhir, umumnya tubuh mulai memasuki masa-masa terberat karena ada dorongan yang kuat untuk kembali merokok. Keinginan untuk kembali memasukkan nikotin biasanya akan mencapai puncaknya sekitar tiga hari setelah berhenti.

Ini artinya, pada periode tersebut kemungkinan seseorang akan mengalami sakit kepala, mual, hingga mudah marah. Namun di saat ini juga, kadar karbonmonoksida di dalam darah akan turun hingga ke kisaran normal.
Setelah itu, jika perokok berhasil mengalahkan keinginannya untuk kembali merokok, banyak hal positif yang akan terjadi dalam tubuh. Seminggu hingga 9 minggu setelah berhenti, batuk, napas pendek, rasa terbakar di dada setelah beraktivitas fisik mulai berkurang.

Dilansir dari www.cancer.org, satu tahun setelah berhenti merokok, risiko penyakit jantung dan berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru akan berkurang hingga setengahnya.

Dan lima belas tahun setelah berhenti, perokok akan memiliki risiko penyakit jantung sama seperti orang yang tidak pernah merokok. Ini berarti, jika seseorang berhenti merokok sebelum usia 30 tahun, maka risiko kematiannya pun bisa ditekan menyamai orang yang non-perokok. Kecuali, jika mantan merokok kembali merokok dan mengalami kerusakan permanen di paru-paru yang memicu penyakit obstruksi paru-paru kronis.

Dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto mengatakan, baik perokok ringan maupun berat sebetulnya menghadapi risiko yang sama. Sehingga berhenti merokok pun sebaiknya dilakukan oleh keduanya.
"Asap rokok persis asap knalpot, tidak peduli jenis rokoknya. Karena itu segeralah berhenti merokok," pungkas Agus.

Rabu, 23 April 2014

Mencetak Foto di Atas Segelas Kopi

Sebuah perusahaan minuman di Taiwan, Let's Coffee, meluncurkan sebuah mesin kopi yang bisa mencetak foto di atas segelas kopi. Menarik, ya?

Tak butuh skill mumpuni untuk menggambar sesuatu di atas segelas kopi. Dengan mesin Let's Coffee, foto apa pun bisa digambar. Cara memesan kopi ini pun unik.
 
Sebelum memesan segelas latte, Anda dipersilakan untuk membuat foto "selfie", dan hasil foto ini akan dikirimkan ke mesin Let's Coffee.

Mesin ini akan memproses foto Anda dan mencetaknya di atas busa kopi menggunakan bubuk cokelat edible. Anda bahkan bisa menambahkan teks yang diinginkan.
 
Hasilnya benar-benar menakjubkan. Cetakan di atas busa kopi Anda benar-benar mirip foto aslinya. Wah, kapan ya mesin ini ada di Indonesia?

Otak Akan Bekerja Lebih Optimal di Suhu Ruangan yang Nyaman

Jika ingin mengoptimalkan kemampuan berpikir, maka pilihlah ruangan dengan suhu yang dirasa paling nyaman. Sebuah studi baru menemukan, suhu ruangan yang nyaman dapat membuat otak berpikir paling jernih.

Studi yang dipublikasi dalam Psychological Research tersebut menganalisis dua kelompok yang memiliki dua jenis kenyamanan suhu yang berbeda. Satu kelompok nyaman dengan suhu ruangan yang sejuk, sementara lainnya nyaman dengan suhu ruangan yang hangat.

Kemudian, kedua kelompok diminta untuk menyelesaikan tugas di dalam ruangan dengan tiga suhu yang berbeda. Suhu ketiga ruangan tersebut, yaitu 25 derajat, 20 derajat, dan 15 derajat Celcius.

Hasilnya, peserta mengerjakan tugas lebih baik ketika berada di ruangan dengan suhu yang diminatinya. Artinya, kelompok yang nyaman di ruangan sejuk mengerjakan tugas lebih baik di ruangan bersuhu 15 derajat Celcius, begitu pula sebaliknya.
Menurut penulis studi Lorenza Colzato, peneliti dari Leiden University di Belanda, saat berada di suhu yang nyaman baginya, peserta akan menggunakan energi yang lebih sedikit untuk mengerjakan tugas. Khususnya, untuk mengerjakan tugas yang menggunakan kemampuan berpikir yang cukup berat.

"Hasil ini menunjukkan bahwa suhu ruangan memengaruhi kemampuan berpikir. Bekerja di ruangan dengan suhu yang dirasa nyaman akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas," ujarnya.
 
Sebelumnya, studi menemukan, orang lebih mengoptimalkan kemampuan berpikirnya di suhu ruangan yang sejuk

Anak dari Pembuat Film 'Fitna' Masuk Islam

Iskander Amien De Vrie, putra mantan politikus Belanda anti-Islam, Arnoud van Doorn, akhirnya mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang Muslim.

Seperti orang tuanya, De Vrie menemukan hidayah setelah mempelajari Alquran.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad (SAW) adalah hamba dan utusan terakhir-Nya,” ujar Iskander ketika mengucapkan Kalimat Syahadat, seperti dilaporkan Khaleej Times, Senin (21/2).

Iskander adalah salah satu di antara 37 orang yang masuk Islam selama berada di Dubai International Peace Convention.

“Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya menyadari ada sesuatu yang baik dalam agama ini, dan itu akhirnya mengubah persepsi saya tentang Muslim,” kata putra Doorn itu lagi.

Sejak melihat perubahan sang ayah, Iskander mengaku mulai tergerak hatinya untuk mempelajari Alquran. Ia pun sengaja meluangkan waktunya untuk mendengarkan ceramah dari para ulama terkemuka.

Arnoud van Doorn dulunya adalah mantan anggota Partai Kebebasan (PVV), sebuah partai politik sayap kanan garis keras di Belanda. Ia merupakan salah satu dari para pemimpin PVV yang membantu memproduksi sebuah film provokatif berjudul ‘Fitna’ pada 2008 yang isinya menghubung-hubungkan Islam dan Alquran dengan kekerasan.

Akan tetapi, siapa yang menyangka jika hal tersebut justru menuntun van Doorn kepada cahaya kebenaran Islam. Tahun lalu, ia memutuskan menjadi seorang Musilm setelah mempelajari Alquran secara mendalam dan membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Sampai sekarang, saya masih sangat menyesal karena telah mendistribusikan film (Fitna) itu. Saya merasa bertanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu,” kata Doorn seperti dilansir OnIslam.net.

“Untuk itu, saya ingin menggunakan segala bakat dan kemampuan yang saya miliki dalam cara yang positif dengan menyebarkan kebenaran tentang Islam.”

Mantan Guru JIS Ternyata Pernah Perkosa 90 Bocah

FBI merilis bahwa mereka kini sedang menangani salah satu kasus kekerasan seksual terburuk yang menimpa anak. Pelaku diketahui bernama William James Vahey, (64 tahun) asal South Carolina. FBI menduga Vahey sudah memperkosa 90 anak. Jumlah ini bahkan diprediksi melonjak.

Yang membuat tersentak adalah kenyataann bahwa Vahey berprofesi sebagai guru. Celakanya, Vahey pernah menjadi staf pengajar di Jakarta International School (JIS).

Di JIS sendiri saat ini baru terkuak kasus pelecehan seksual terhadap bocah. Namun, polisi baru menduga pelaku pelecehan seksual itu adalah petugas kebersihan. Sedangkan guru JIS tidak masuk dalam daftar pelaku yang dicurigai.

Vahey sendiri pernah menjadi guru di JIS dalam kurun 1990-an hingga awal tahun 2000-an. FBI memastikan bahwa Vahey adalah salah satu predator pemerkosa bocah paling diincar oleh FBI. "Dia adalah salah satu pelaku yang paling kakap yang pernah ada," kata agen FBI Houston, Shauna Dunlop, seperti dilansir Click2houston.

Vahey sendiri ditemukan bunuh diri ketika FBI baru memulai memproses kasusnya. Vahey baru saja dipecat dari sekolah internasional di Nikaragua akibat kasus pelecehan, awal tahun ini.

"Sebelum mengajar di Nikaragua, pelaku juga pernah menjadi guru di London, Inggris, Venezuela, Dhahran, Athena, Tehran, Madrid, Beirut, dan Jakarta," kata Dunlop.

Banyak Jam Tangan Palsu Dijual di Situs Jual Beli "Online"

Pemberitaan media di Singapura mengenai jam tangan mahal yang dipakai Panglima TNI Jenderal Moeldoko dibantah langsung oleh Moeldoko. Namun, Moeldoko mengaku bahwa barang yang dipakainya bukan jam tangan orisinal.

Jam tangan tipe Richard Mille RM 011 Felipe Massa Flyback Chronograph "Black Kite" yang asli dijual dengan harga sekitar Rp 1 miliar. Namun, Moeldoko mengaku jam bermerek Richard Mille palsu itu hanya dibeli seharga Rp 5 juta.

Barang sejenis ternyata banyak ditemukan di situs jual beli online. Jam yang harga aslinya sangat mahal itu dikloning mirip seperti aslinya atau disebut replika.

Salah satu penjual barang replika jam tangan, Diky, mengatakan, berbagai merek jam tangan ia jajakan lewat forum online. Replika dengan berbagai warna dan detail yang diklaim sangat mirip aslinya dijual rata-rata dengan harga 5 persen dari harga barang asli.
"Kualitas persis asli, tampilan, kehalusan, bahan, fungsi, dan mekanisme mesin, berat, rantai, strap, lume (glow in the dark)," kata Diky, Rabu (23/4/2014).

Sayang, Diky enggan memberi tahu dari mana dirinya mendapatkan jam-jam tersebut. Ia juga mengonfirmasi harga jam seperti milik Jenderal Moeldoko.

"Kalau Richard Mille 011 Felipe Massa Flyback saya jual sekitar Rp 5 jutaan. Itu masih bisa diskon," lanjutnya

Mendadak Jenius Usai Kecelakaan Tragis

Mendadak jenius dalam semalam? Terdengar seperti omong kosong yang mustahil terjadi. Tapi, itu benar-benar dialami Jason Padgett, pria asal Washington, Amerika Serikat.

Benturan akibat berkelahi di bar justru membuatnya jenius. Padahal, awalnya Jason dikenal sebagai preman kampung. Kini, ia jadi salah satu manusia paling jenius di dunia.

Fenomena itu tak hanya terjadi pada Jason. Masih banyak orang yang mengalami kondisi kronis, namun ketika sembuh, mereka mendapatkan talenta yang sebelumnya tidak dimiliki.

Mengutip laman Mirror, berikut kisah-kisah mereka.

Jenius melukis dan membaca puisi
Tommy McHugh, seorang mantan narapidana berusia 51 tahun mengalami pendarahan otak pada 2001. Otak kirinya mengalami kerusakan frontal. Ketika sembuh, ia mendadak pandai melukis dan membaca sajak. Dinding rumahnya disulap menjadi kanvas dan dilukis dengan karya-karya yang sangat mahal.

Jenius bermain piano
Seorang ahli ortopedi, Tony Cicoria disambar petir di sebuah taman pada 1994. Perawat kemudian menyelamatkan nyawanya dengan CPR. Setelah itu, Tony merasakan dorongan yang tak mampu dijelaskan untuk memainkan piano, padahal ia tak punya keinginan untuk bermain musik sebelumnya.

Jenius mengukir
Saat balita, Alonzo Clemons menderita cedera kepala traumatis setelah terjatuh dari kamar mandi. Usai sembuh, ia menunjukkan kemampuan luar biasa dalam memahat. Pria yang didiagnosa terkena sindrom savant ini, telah menghasilkan karya-karya senilai £26 ribu atau setara dengan Rp499 juta.

Jenius bahasa
Ketika Ben McMahon koma usai kecelakaan mobil, orang tuanya pesimistis ia tidak akan bangun. Tapi, sepekan kemudian, pria Australia itu bangun dan mahir berbahasa Mandarin. Pria yang sebelumnya hanya mengenal bahasa Inggris itu, kini menjadi pemandu wisata berbahasa Mandarin di Australia.

Jenius Matematika
Setelah menderita epilepsi di usia tiga tahun, Daniel Tammett tiba-tiba terobsesi dengan angka. Selama sekolah, ia memenangkan banyak penghargaan. Kemudian, saat menginjak usia 25 tahun, ia didiagnosis mengidap sindrom autisme yang memungkinkan ia mampu berhitung dengan tingkat akurasi luar biasa.